Monday, June 1, 2009

Inilah Politisi Malaysia Yang Sangat Menghargai Bangsa Indonesia



Orang hebat dari negeri jiran malaysia gan... Namanya Anwar Ibrahim
Di adalah sedikit dari masyarakat malaysia yg masih menghormati dan
menghargai jasa-jasa 'GURU' mereka, bangsa Indonesia. Dia secara tegas
berani mengkritik pedas pers mereka yang menurutnya terlalu kaku karena
dikontrol penuh oleh pemerintah. Dia juga berani mengkritik masalah
seni & kebudayaan indonesia yang diakui oleh pemerintah malaysia.
Tapi di negaranya sendiri malaysia, dia dianggap orang sinting / tidak


waras..


Spoiler for anwar1:
Spoiler for anwar2:


Anwar Ibrahim juga pernah jadi bintang tamu di acara
Kick Andy! Metro TV. Waktu itu gw juga liat dan itu udah lama banget
kayaknya. Pertama gw liat acara tsb gw langsung heran masih ada orang
malaysia yg begitu berbangga hati punya negara tetangga seluhur
Indonesia.

Rekaman acara Kick! Andy tersebut dapat juragan lihat di youtube


ANWAR IBRAHIM @ KICK! ANDY


Spoiler for kick!andy:

“Saya tidak dendam pada Mahathir. Saya sudah memaafkan dia,” ujar Anwar
Ibrahim. Pernyataan itu berkaitan dengan “penderitaan” yang harus dia
tanggung di masa pemerintahan Perdana Menteri Mahathir Muhamad. Datang
langsung dari Malaysia dan tampil di Kick Andy, Anwar Ibrahim bicara
blak-blakan tentang apa yang dialaminya waktu itu. Termasuk tuduhan dia
melakukan perbuatan bejat yakni menyodomi supir istrinya dan saudara
angkatnya. Mantan wakil perdana menteri Malaysia ini juga menceritakan
bagaimana penyiksaan yang dilakukan polisi pada saat penangkapan atas
dirinya dan kehidupannya selama di penjara. “Saya disingkirkan oleh
Mahathir karena saya melawan praktek korupsi yang dilakukannya. Saya
dulu wakil perdana menteri jadi saya tahu banyak penyelewengan yang
terjadi. Itu salah satu alasan mengapa saya disingkirkan,” ujarnya.
“Kalau mau aman, saya bisa saja diam. Toh tinggal satu langkah lagi
saya jadi perdana menteri. Tapi, hati saya menolak untuk diam.” Soal
tuduhan bahwa dia melakukan perbuatan sodomi juga diakuinya sebagai
salah satu cara keji yang digunakan Mahathir untuk mendeskreditkan
dirinya. Bahkan lebih jauh, dia dilaporkan melakukan perselingkuhan
dengan istri salah satu stafnya. “Tuduhan itu tidak pernah bisa
dibuktikan. Bahkan pelapor mencabut laporannya,” ujar Anwar yang ketika
itu merupakan anak emas Mahathir dan dipersiapkan menggantikan orang
nomor satu Malaysia itu.


Anwar yang tidak bisa menutup mata atas penyimpangan keuangan yang
terjadi pada masa itu, lalu turun berdemo di jalanan. Akibatnya, dia
ditangkap. Tuduhan resminya, Anwar melakukan “korupsi” karena
menggunakan kekuasaannya untuk mengancam saksi pelapor agar mencabut
laporan mereka. Waktu itu supir istrinya dan saudara angkatnya
melaporkan Anwar atas perbuatan sodomi yang mereka alami. Mereka
kemudian mencabut laporan itu. Alasannya, dalam pemeriksaan mereka
disiksa untuk mengakui telah disodomi Anwar. Namun, hakim yang
mengadili perkara “korupsi” itu tetap pada keyakinannya dan memvonis
hukuman enam tahun penjara bagi ayah empat anak ini. Selama di dalam
penjara, istri Anwar, Datin Wan Azzisah mengambil alih perjuangan
dengan mendirikan Partai Keadilan. “Saya beruntung mendapatkan istri
seperti dia. Jelita wajahnya, jelita hatinya.”


Anwar beruntung. Pada saat dia diadili untuk kasus sodomi, pemerintahan
berganti. Perdana menteri yang baru, Abdullah Badawi, secara terbuka
mengatakan tidak akan mencampuri urusan pengadilan itu. Ujung-ujungnya
Anwar divonis bebas. “Saya berterima kasih pada Badawi. Dia orang baik.
Tapi, dia terlalu lemah sehingga saat ini perekonomian Malaysia merosot
tajam,” ungkap mantan menteri keuangan ini.


Anwar yang sewaktu muda dulu pernah belajar di Indonesia mengaku
memiliki hubungan emosional dengan Indonesia. Teman-temannya juga
banyak. Antara lain Fahmi Idris, Adi Sasono, Amin Rais, Adnan Buyung
Nasution, Taufiq Ismail, dan Rendra. “Itu sebabnya saya dibenci karena
dianggap lebih pro Indonesia. Saya dituduh tidak nasionalis karena
sering membela kepentingan Indonesia,” ujarnya. Salah satu yang paling
sering dia kritik adalah perlakuan Malaysia terhadap tenaga kerja
Indonesia. “Saya sering protes atas perlakukan terhadap TKI. Sering
terjadi penyiksaan. Saya tidak ada urusan dengan nasionalisme. Saya
melihat persoalan ini dari kacamata kemanusiaan,” dia menegaskan.
Kondisi tersebut, menurut pria yang selalu tampil rapih ini, belakangan
semakin menjadi-jadi. “Ini yang selalu saya kritisi. Sebab kalau
pejabat tinggi seperti saya saja dipukuli, apalagi TKI,” ujarnya
masgul. Karena itu, dia bertekad untuk memperbaiki keadaan dengan
mencalonkan dirinya dalam pemilihan perdana menteri mendatang.


Anwar mengaku tidak gentar pada berbagai cara yang dilakukan penguasa
saat ini untuk mengganjalnya. Termasuk dengan adanya upaya mempercepat
pemilihan pada 2008 nanti agar dia tidak bisa ikut bertanding.
Pasalnya, akibat dihukum penjara enam tahun, hak poilitik Anwar
dicabut.


Selama lima tahun dia tidak boleh berpolitik. Karena baru dibebaskan
2004, maka kakek satu cucu ini baru boleh terjun ke politik pada 2009
nanti. “Saya akan maju terus. Saya sudah siapkan strategi kalau
pemilihan dipercepat,” ujarnya. Kalau lawan politiknya menggunakan
cara-cara kekerasan, apakah anak dan istri siap menanggung risiko untuk
kedua kalinya? “Mereka sudah siap. Kami sudah berikrar. Saya akan maju
terus.”


Andai saja semua orang malaysia masih waras dan gak congak kayak dia ya gan..


PUTRI SULUNG ANWAR IBRAHIM



0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More